Sessi tazkirah minggu ini dimulakan dengan kupasan hadis akhir zaman iaitu ;
Daripada Ibnu Umar r.a. berkata "Berhadap Rasulullah s.a.w kepada kami (pada suatu hari)kemudian Baginda bersabda ;"wahai kaum muhajirin ,lima perkara kalau kamu telah dibalakan dengannya,maka tiada lagi kebaikan bagi kamu.Dan aku berlindung dengan Allah Taala semoga kamu tidak menemui masa itu.Perkara-perkara itu ialah ;
Pertama :Tiada terzahir perzinaan pada suatu kaum sehingga mereka berani berterus terang melakukannya,kecuali mereka akan ditimpa penyakit Ta'un yang cepat merebak di kalangan mereka,dan mereka akan ditimpa penyakit yang belum pernah menimpa umat-umat yang terdahulu.
Kedua : Dan tiada mereka mengurangkan sukatan dan timbangan ,kecuali mereka akan dibalakan dengan kemarau dan susah mencari rezeki dan kezaliman daripada kalangan pemimpin mereka.
Ketiga : Dan tiada menahan mereka akan zakat harta benda kecuali ditahan untuk mereka air hujan dari langit.Jikalau tiada binatang (yang hidup di atas muka bumi ini) tentunya mereka tidak akan diberi hujan oleh Allah Taala.
Keempat : Dan tiada mereka mungkir akan janji Allah dan Rasulnya ,kecuali Allah akan menguasakan ke atas mereka musuh mereka,maka musuh itu merampas sebahagian dari apa yang ada ditangan mereka.
Kelima : Dan apabila pemimpin-pemimpin mereka tidak melaksanakan hukum Allah yang terkandung dalam Al-Quran dan tidak mahu menjadikannya sebnagai pilihan,maka (disaat itu) allah akan menjadikan peperangan di kalangan mereka sendiri".(riwayat Ibnu Majah).
Kupasan hadis ;
Hadis ini menerangkan tentang 5 maksiat yang disegerakan bala oleh Allah iaitu ;
1). Penyakit Ta'un dan Aids adalah berpunca dari banyak berlakunya perzinaan.
2). Kesukaran mencari rezeki dan kezaliman pemimpin adalah berpunca daripada rakyat yang mengurangkan sukatan dan timbangan.
3). Kemarau panjang adalah berpunca dari tidak mengeluarkan zakat.
4). Kemampuan musuh mengambil sebahagian dari apa yang dimiliki oleh kaum muslimin adalah berpunca daripada mereka mengkhianati janji-janji mereka kepada Allah Taala.
5). Perang saudara yang berlaku di kalangan kaum muslimin adalah berpunca daripada mengenepikan hukum Allah dan tidak mahu menjadikan Al-Quran sebagai undang-undang di dalam kehidupan.
(Dirujuk daripada buku 40 hadis Peristiwa Akhir Zaman,susunan Abu Ali Al-Banjari An-Nadwi)
Wednesday, January 25, 2012
Lima Maksiat Yang Disegerakan Balasannya..
Posted by Abi Al-Besuti at 1/25/2012 10:39:00 PM 0 comments Links to this post
Friday, November 25, 2011
Salam Maal Hijrah 1433H
Setiap kali datangnya bulan Muharram bermakna kita mengalu-alukan kedatangan tahun baru Hijrah.Ini bererti setahun lagi hidup kita berlalu pergi.Tahun hijrah yang lepas tentu banyak meninggalkan kenangan manis dan pahit yang telah kita tempuhi. Mungkin dalam tahun yang lepas,kita banyak mengalami keuntungan atau kerugian samada dari segi dunia atau akhirat.
Sempena menyambut kedatangan tahun baru Islam yang berkat ini,marilah kita sama-sama memperbaharui azam dan tekad kita untuk mematuhi pesanan junjungan agong kita Nabi Muhammad s.a.w dengan melaksanakan segala suruhan Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya. Hendaklah kita insaf bahawa masa yang berlalu pergi tidak akan kembali lagi..
Setahun yang berlalu bererti setahun juga umur kita berkurangan..Ini bermakna semakin dekat kita dengan kematian dan apabila umur kita telah habis..pada waktu itu,tiada lagi peluang untuk kita mencari amal pahala dan bekalan taqwa untuk dibawa ke Akhirat.
Jesteru itulah..gunakanlah masa yang ada ini dengan sebaik-baiknya..mudah-mudahan tahun baru ini akan dipenuhi dengan amal kebajikan yang berguna buat kita semua..ingatlah masa yang berlalu itu akan hilang ditelan waktu.
Ingatlah dan insaflah ...sediakan bekalan yang cukup untuk kita bawa ke alam sana yang kekal abadi..Firman Allah Taala dalam surah Al-Qasas ,ayat 77 bermaksud "Dan tuntutlah dengan harta kekayaan yang telah dikurniakan Allah kepadamu akan pahala dan kebahagiaan hari akhirat,dan janganlah engkau melupakan bahagianmu(keperluan dan bekalanmu)dari dunia dan berbuat baiklah (kepada hamba-hamba Allah) ,sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu(dengan pemberian nikmat-Nya yang melimpah) dan janganlah engkau melakukan kerosakan di muka bumi ,sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang berbuat kerosakan".
Salam Maal Hijrah 1433..
Posted by Abi Al-Besuti at 11/25/2011 10:21:00 PM 0 comments Links to this post
Labels: Tazkirah
Monday, September 19, 2011
Agar Doa Dimakbulkan..(Sempena Musim Peperiksaan)

Pada suatu hari Saad bin Abi Waqqas bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, doakan aku kepada Allah agar aku dijadikan Allah orang yang makbul doanya." Rasulullah menjawab, "Hai Saad, makanlah yang baik, (halal) tentu engkau menjadi orang yang makbul doanya. Demi Allah yang memegang jiwa Muhammad, sesungguhnya seorang yang pernah melemparkan sesuap makanan haram ke dalam mulutnya (perutnya), maka tidaklah akan dikabulkan doanya selama 40 hari. Siapa saja manusia yang dagingnya tumbuh dari makanan yang haram, maka nerakalah yang berhak untuk orang itu." (HR. Alhafiz Abu Bakar bin Mardawih dikutip oleh Alhafiz Ibnu Kathir dalam tafsirnya).
Sudah lelah rasanya berdoa dan bermunajat, namun mengapa Allah tidak pula memperkenankan. Permohonan dan permintaan tidak pula Dia kabulkan. Kadang kecewa dan putus asa bila demikian adanya. Bahkan timbul penilaian, Allah telah ingkar janji dengan perkataan-Nya sendiri. Padahal Dia telah menyatakan, "Ud'uunii astajiblakum", “berdoalah kepada-Ku, niscaya Ku-kabulkan.” Tapi mana buktinya!
Inilah ucapan orang-orang yang tidak pernah mempelajari Al-Qur'an dan Al Hadits. Mereka tidak mengerti bahawa berdoa itu tidak boleh dikerjakan secara sembarangan, tetapi perlu adab-adab dan syarat-syarat tertentu. Mereka menganggap berdoa itu pekerjaan yang remeh temeh. Sehingga mereka sering meremehkan dan akibatnya doa tak pernah dimakbulkan. Kemudian timbul prasangka buruk kepada Allah.
Jadi, apa yang menyebabkan doa tidak dikabulkan? Banyak hal yang menyebabkan permohonan dan permintaan tidak dikabulkan? Banyak hal yang menyebabkan permohonan dan permintaan tidak diperkenankan Allah. Sudahkah kita menghindari perut kita dari makanan dan minuman yang diharamkan Allah? Bila masih tatap saja perut kita terisi dengan hal-hal yang haram, tentulah doa yang kita panjatkan tak pernah Allah kabulkan.
Sesuap makanan saja, akan mengakibatkan doa kita selama 40 hari tidak terkabul, apabila makanan haram yang masuk ke perut kita lebih dari sesuap bahkan berkali-kali sehingga tak terhitung lagi, sudah tentu sampai matipun kita berdoa, Allah tak akan mengabulkannya.
Untuk itu agar doa dikabulkan Allah, perlu pengetahuan dalam tata cara berdoa yang diberitakan Rasulullah. Bagaimana sunnahnya agar permohonan dan permintaan diperkenankan.
Langkah pertama, hindari perut dari kemasukan barang-barang haram. Jangan sampai sesuap pun makanan haram yang kita telan. Jangan setegukpun minuman haram yang kita minum. Selektiflah dalam memilih makanan, yang meragukan sebaiknya ditinggalkan. Pilih saja makanan atau minuman yang benar-benar halal dan baik. Allah berfirman, "Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu." (QS. al-Baqarah : 168)
Memakan makanan yang halal dan baik merupakan salah satu bentuk dari ketaatan kita kepada Allah dalam memenuhi segala perintah-Nya. Bila kita selalu taat kepada Allah dan dalam mengharungi kehidupan ini senantiasa berada dalam kebenaran, tentulah segala apa yang kita mohon, kita panjatkan, dan kita minta pastilah Allah akan mengabulkannya.
"Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepadaku maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka berikan kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. al-Baqarah :186)
Langkah kedua, Karena doa ini pekerjaan yang agung dan sangat utama, sebagai inti ibadah, maka dalam pelaksanaannya harus khusyu' dan serius tidak dengan main-main. Usahakan dalam berdoa ini dengan penuh keyakinan, penuh harap dan rasa takut. Merendahkan diri dengan suara yang lirih, tenang, tidak tergesa-gesa, dengan keimanan, dan tahu akan hakikat yang diminta. Allah telah menyatakan,
"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan suara yang lembut .." (QS. al-A'raf : 55)
Langkah ketiga, mengetahui waktu-waktu doa dikabulkan. Walaupun berdoa ini boleh dilakukan bila-bila waktu, namun ada waktu-waktu yang memang disunnahkan. Insya Allah pada waktu-waktu ini segala doa akan diperkenankan dan dikabulkan.
Ditengah malam yang sunyi dimana orang-orang terlelap dengan tidurnya, ditemani mimpi-mimpi, kita terjaga, berdiri, ruku', sujud, dan bermunajat kepada-Nya dengan penuh kekhusyukan dan penuh harap, tentulah Allah akan mendengar dan memperkenankan ratapan, permintaan, dan permohonan kita.
Di akhir-akhir solat fardhu, di waktu sebelum tahayyat akhir , adalah waktu-waktu yang sangat tepat untuk berdoa. Doa apa saja, yang mengarah pada kebaikan, tentu Allah akan mengabulkannya. Rasulullah SAW ditanya, "Pada waktu apa doa manusia lebih didengar Allah?" Lalu Rasulullah menjawab, "Pada tengah malam, pada akhir tiap solat fardhu." (Mashabih Assunah).
Selain tengah malam dan akhir solat fardhu, ada juga waktu-waktu yang dimakbulkan doanya sudah tidak diragukan lagi, dan ini pun merupakan sunnah-sunnah Rasulullah SAW. seperti di sepertiga malam sampai fajar, diantara azan dan iqamat, di waktu sujud, di bulan Ramadhan, dan di malam lailatul qadar.
Langkah keempat, orang-orang tertentu yang dikabulkan doanya. Walaupun setiap orang yang berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan memenuhi persyaratan-persyaratannya akan dikabulkan, namun ada orang yang doanya dijamin diperkenankan Allah. Setiap ratapan doanya didengar dan dikabulkan. Segala permintaan dan permohonannya mesti diberikan tanpa terkecuali. Allah ridha kepada mereka dan begitu menaruh perhatian yang sangat. Allah istimewakan mereka, karena pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada tara, akhlak yang mulia dan juga ketabahannya dalam menyusuri kebenaran.
Allah istimewakan kedua orang tua yang mengasuh, mendidik, dan menafkahi anaknya dengan penuh kasih sayang. Mereka bimbing anaknya menuju jalan yang diridhai Allah, sampai usia anak dewasa. Orang tua seperti inilah yang segala permintaan dan permohonannya dikabulkan.
Musafir yang berpergian untuk maksud baik dan tujuan mulia, orang yang menolong orang lain yang dalam kesempitan, seorang muslim yang mendoakan teman-temannya yang tidak hadir, dan orang shalih, doanya akan diperkenankan dan dikabulkan Allah SWT. Seperti halnya orang tua yang mangasuh anaknya tadi.
Di samping orang-orang yang telah disebut di atas yang dikabulkan doanya, ada juga doa orang-orang yang diangkat Allah ke atas awan, dibukakan pintu langit, dan Allah tidak menolak doanya, iaitu orang yang berpuasa sampai dia berbuka, penguasa yang adil dan orang yang teraniaya.
"Ada tiga orang yang tidak ditolak doa mereka: orang yang berpuasa sampai dia berbuka, seorang penguasa yang adil, dan doa orang yang teraniaya. Doa mereka diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Allah bertitah, 'Demi keperkasaan-Ku, Aku akan memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera." (HR. Attirmidzi)
Dari rangkaian ulasan tentang doa di atas, nyatalah bahwa berdoa itu tidak sembarangan dan main-main, tapi memerlukan syarat-syarat yang harus dipenuhi, sehingga janji-janji Allah yang akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya akan menjadi kenyataan. namun harus diingat bahwa Allah dalam mengabulkan doa seseorang hamba, ada yang langsung terkabul di dunia, ada yang disimpan sampai di akhirat, dan ada pula diganti dengan mencegahnya dari bencana.
"Tiada seorang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali dikabulkan-Nya dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa." (HR. Atthabrani).
(Rujukan :Kitab “Tanbihul Ghafilin-Peringatan bagi Yang Lupa”Jilid 1 dan 2:Abu Laits As-Samarqandi,Pustaka Jiwa).
Posted by Abi Al-Besuti at 9/19/2011 10:42:00 PM 0 comments Links to this post
Saturday, August 27, 2011
Tazkirah Ramadhan (Siri 4)
Kemunculan 1 Syawal adalah satu hari yang dinanti-nanti oleh semua umat Islam dan semuanya akan bergembira kerana meraikan kejayaan menunaikan kewajipan berpuasa.
Hari raya Aidilfitri sebenarnya bukanlah hanya semata-mata hari untuk bersuka ria sahaja tetapi ia merupakan hari ibadah yang diberi pahala jika disambut dengan adab-adabnya.
Dalam suasana gembira ,janganlah kita melupakan adab-adab yang telah digariskan oleh Rasulullah s.a.w .Sambutan hari raya bermula sebaik sahaja terbenam matahari pada hari akhir Ramadhan dengan disusuli bertakbir dan bertahmid,disunatkan juga bersedeqah dan bermaaf-maafan sesama ahli keluarga,jiran tetangga dan sahabat handai.
Dalam kita menjalani kehidupan seharian,kita pasti akan melakukan kesalahan terhadap orang lain samada sengaja atau tidak.Maka,pada hari raya yang mulia ini, hulurkanlah tangan memohon kemaafan diatas segala kesilapan yang telah dilakukan selama ini.Leburkan dosa ditapak tangan pada hari yang mulia ini sebagaimana Sabda Nabi s.a.w “Mana-mana orang Islam yang apabila bertemu kedua-duanya lalu berjabat tangan ,kecuali diampunkan dosa kedua-dua mereka sebelum mereka berpisah”(Riwayat Abu Daud).
Inilah saatnya untuk kita memohon maaf terutama kepada kedua ibubapa kita yang telah banyak berkorban,sejak di dalam kandungan,ketika dilahirkan sehinggalah sekarang ini.Kita tidak mungkin dapat membalas jasa mereka dengan apa jua sekalipun.
Cuba kita ingat,berapa banyak kita bersikap kasar dan menyakiti hati dan perasaan mereka?Sempena bulan yang penuh keampunan ini,apakah kita tidak mahu bersalaman dan memohon ampun dan maaf di atas segala dosa dan kesalahan kita terhadap mereka.Ingatlah bahawa Allah tidak akan meredhai kita sekiranya ibubapa kita tidak meredhai kita.Sabda Nabi s.a.w “Keredhaan Allah terletak pada keredhaan ibubapa dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan ibubapa”.(Riwayat At-Tirmizi).
Selain ibubapa,kita juga mungkin melakukan kesalahan kepada orang lain. Apabila kita berhubung dengan mereka,mungkin ada tutur kata dan tingkahlaku yang boleh menguris perasaan mereka.Oleh itu,hulurkan tangan bersalaman dan bermaafan antara satu sama lain.
Namun harus diingat!!diharamkan bersalam antara berlainan jantina yang bukan mahram.Hari raya bukan bermakna bebas bersalaman antara lelaki dan perempuan yang bukan mahram..Oleh itu,awasilah tangan kita daripada menyentuh tangan orang yang haram disentuh walaupun atas nama hari raya sekalipun.
Peliharalah aurat dan batas pergaulan,sambutlah hari raya dengan berhemah dan bersederhana,janganlah membazir makanan serta dilalaikan dengan hiburan yang melampau. Janganlah pula ketika kita mencari keredhaan Allah ,tiba-tiba mendapat kemurkaan Allah kerana melanggar syariat dan hukum Allah
Marilah kita jadikan hari raya yang mulia ini untuk saling bermaafan dan ziarah-menziarahi .Mudah-mudahan iannya akan menjadi amalan kita bersama dan mendapat ganjaran pahala daripada Allah.
Sambutlah hari raya Aidilfitri ini sebagai hari Ibadah yang mendatangkan kerahmatan untuk kita semua.Selamat hari raya Aidilfiti & Maaf Zahir dan Batin....
Posted by Abi Al-Besuti at 8/27/2011 07:00:00 AM 0 comments Links to this post










